Transaksi di Bukalapak tiap hari 20M

Transaksi di Bukalapak tiap hari 20M
Transaksi di Bukalapak tiap hari 20M – Berkembangnya bisnis online Indonesia, sejalan dengan bertumbuhnya e-commerce yang menjamur. Didirikan awal tahun 2010, dalam kurun waktu kurang lebih enam tahun, Bukalapak.com menjadi salah satu online marketplace yang diperhitungkan di Indonesia dengan prtumbuhan cukup pesat. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pelapak (UKM/penjual di Bukalapak) peningkatannya setiap tahun hingga tujuh kali lipat.

Achmad Zaky, CEO Bukalapak mempunyai mimpi besar yaitu ingin mewadahi para UKM di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 50 juta UKM. Tujuannya, agar UKM tumbuh pesat lewat internet, sehingga bisa bersaing secara global, mengingat sudah berlangsungnya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Menurutnya, tantangan terberatnya adalah kepercayaan. Karena di Indonesia sebelumnya masyarakat terbiasa untuk melakukan transaksi jual beli secara offline. Lalu bagaimana Zaky bisa memecahkan permasalahan tersebut, berikut cuplikan wawancaranya dengan  SWA Online:

Sudah enam tahun berdiri, hingga saat ini bagaimana pertumbuhan Bukalapak ?

Kami sudah enam tahun dan setiap tahunnya kami tumbuh 7x lipat jadi perkembangannya real dan konkrit, penjualannya para UKM nilainya sangat besar.

Berapa nilai transaksinya per bulan? Bagaimana dengan keamanan bertransaksi di Bukalapak?

Sehari transaksinya di Bukalapak sudah  Rp20 miliar dan itu mengalir ke para pelapak. Jadi yang pasti sistem Bukalapak berbeda sistem yang lainnya. Kami menjamin transaksi aman, karena kasirnya ada di kami, jadi ini konsep different dengan model lain yang harus melakukan adanya pertemuan kedua belah pihak antara pembeli dan penjual, menurut saya itu sudah model lama. Kalau di Bukalapak, kami sudah ada jaminan aman belanja. Jaminannya adalah uang yang dibayarkan konsumen kami tahan dulu, jadi kalau belanja di Bukalapak uangnya tidak langsung ke seller, tapi ke Bukalapak dahulu. Itu garansi yang sangat clear kalau buka lapak sudah pasti lebih aman.

Apa sih tantangan terberat yang dihadapi oleh Bukalapak?

Kalau di Indonesia, untuk e-commerce, challenge di Indonesia itu kepercayaan. Awalnya sangat sulit sekali, kalau dulu datang ke setiap toko sudah pasti ditolak dan saat itu orang yang datang ke toko hanya sekedar lihat-lihat saja namun tidak membeli atau melakukan interaksi. Tapi hari ini tingkat trustnya lebih tinggi. Memang beda ideal, ketika saya ke Jepang, ke China itu luar biasa disana setiap orang sudah pernah belanja online. Setiap bulan rata-rata orang bisa sampai 15 kali. Di Indonesia hampir tidak setiap hari hal ini seperti ada trauma, dan yang harus kami lakukan adalah bagaimana ukm-ukm ini bisa dipercaya karena mereka kesannya tidak percaya.

Bagaimana Bukalapak menghadapi tantangan tersebut? Apa saja yang dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat?

Makanya kami bikin iklan agar mereka lebih dipercaya. Bukalapak saat ini semakin intens dalam melakukan pemasaran. Selama ini, Bukalapak memang tidak banyak melakukan aktivitas pemasaran namun mampu tumbuh dengan baik. Kami melakukan pemasaran melalui iklan baik online, offline dan televisi. Apakah iklan di televisi yang selama ini dinilai nyeleneh itu efektif? ya sangat efektif, iklan televisi masih menjadi cara yang tepat efeknya pertumbuhaannya sangat luar biasa. Ini juga untuk membangun kepercayaan terhadap masyarakat dan menumbuhkan rasa kepercayaan diri juga terhadap para pelapak. Kalau melihat iklan masyarakat bisa tahu bahwa ukm -ukm memang bisa dipercaya.

Bagaimana menghadapi para pelapak yang “nakal”?

Tidak bisa dipungkiri ada sekian persen yang masih mereka pelayanannya kurang optimal justru itu PR bagi Bukalapak bagaimana untuk mendorong semakin banyak orang ukm yang bergabung dengan kami. Kami percaya 99% UKM itu mereka yang memiliki kualitas bagus sehingga kami harus mengajak 99% ini untuk bergabung masuk dan 1% yang pelayanannya kurang bagus maka harus terus diedukasi .

Selain itu, apalagi program yang dilakukan untuk para pelapak?

Kami membuat kegiatan kopdar di semua kota di Indonesia dengan para pelapak. Setiap daerah mempunyai komunitas pelapak. Dan mereka selalu mengadakan sesi sharing ini pembicaranya juga dari para pelapak yang usahanya sudah lebih maju, si pelapak yang jumlahnya hingga ratusan disetiap daerah saling sharing. ini merupakan program utama yang tujuannya untuk mengedukasi mereka. Karena saya percaya mereka orang-orang hebat makanya pendekatannya juga dari mereka untuk mereka. Peran kami disana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan ini tidak hanya berenti disitu saja, kami itu punya virtual group entah di wa dan telegram untuk bisa kami monitoring perkembangan agar bisa naik kelas bareng-bareng.

Tujuannya apa dibuat komunitas? Ada dampak terhadap Bukalapak ?

Ini cara kami untuk menggaet sebanyak mungkin UKM untuk naik kelas karena menurut saya UKM jumlahnya sebanyak 50 juta se Indonesia namun sayangnya mereka kelasnya masih sangat kecil-kecil kami ingin membantu mereka untuk naik kelas bersama-sama. Melalui program ini kami ingin konkret mengajari mereka tentang skill-skill yang bisa meningkatkan penjualan mereka dan meningkatkan skala mereka.

Apa kelebihan Bukalapak dibandingkan kompetitor?

Kelebihannya jika dimalam hari toko-toko lain tapi di Bukalapak kalau ada yang mau bertanya pasti dijawab. Selain itu di Bukalapak juga bisa nego harga, pelayanannya cepat dan barangnya juga dipilih yang paling baik oleh para pelapak.

Saat ini sudah berapa pelapak yang tergabung di Bukalapak? Dan kategori apa yang paling diminati masyarakat?

Saat ini sudah 500 ribu pelapak, yang paling diminati cukup beragam hampir semua kategori diminati pembeli. Namun yang paling menonjol yaitu gadget dan asesoris, fashion, batu akik juga masih cukup tinggi peminatnya.

Rencana dan target ke depan seperti apa?

Tahun ini, Bukalapak.com menargetkan untuk memiliki 2-3 juta pelapak. Saya optimistis dapat mencapai angka tersebut. industri e-commerce masih memiliki kesempatan yang sangat luas dengan jumlah 50 juta UKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sharing is Caring

Baca Artikel Menarik Lainnya